CYBERBULLYING KOMPLEKSITAS KEHIDUPAN REMAJA

Kehidupan remaja tidak selalu indah dan menyenangkan seperti yang dibayangkan, mereka juga memiliki problem-problem sosial dan tekanan yang kadang jauh lebih berat dari apa yang bisa kita pikirkan. Masa remaja merupakan masa perkembangan transisi yang penuh dengan badai dan tekanan jiwa, yaitu masa di mana terjadi perubahan besar secara fisik, intelektual dan emosional pada seseorang yang menyebabkan kesedihan dan kebimbangan pada yang bersangkutan, sehingga menimbulkan konflik dengan lingkungannya.

Dari situasi dan kondisi yang dihadapi sehari-hari dengan berbagai kompleksitasnya menciptakan pribadi-pribadi yang terbentuk berdasarkan faktor sosial, ekonomi dan lingkungan, menjadi beragam karakter yang apabila terarah dengan baik maka ia akan menjadi individu yang memiliki rasa tanggung jawab, tetapi kalau tidak terbimbing dan diarahkan dengan baik maka ia bisa menjadi seseorang dengan kepribadian egois, merasa paling benar, sombong dan tidak memiliki rasa empati terhadap sesama. Pribadi macam seperti ini yang akhirnya menjadi penyebab terjadi bully di lingkungannya.

Definisi Cyberbullying

Perbuatan mengancam dan intimidasi tidak hanya dilakukan dengan kata-kata seperti mengejek, menghina ataupun memaki tetapi juga secara fisik, seperti memukul, menampar, memalak, merampas barang orang lain atau mengeroyok teman karena menganggap diri adalah senior. Semua perbuatan diatas apabila berlangsung terus menerus dalam waktu yang cukup lama, hal ini disebut dengan Bullying. Seiring dengan perkembangan jaman, dimana teknologi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Tindakan Bullying ini dapat juga dilakukan melalui internet maupun ponsel berupa pesan teks, gambar maupun video. Di dunia internet, hal ini sering dilakukan melalui jejaring sosial, email atau chat messenger. Pelakunya pun tidak lagi dilakukan dalam kelompok namun mereka sudah berani melakukannya secara individu. Tindakan bullying melalui fasilitas teknologi ini, apabila terjadi pada anak-anak disebut sebagai Cyberbullying. Cyberbullying ini cukup meresahkan karena mudah dilakukan oleh siapa saja.

Cyber bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia cyber atau internet. Cyber bullying adalah kejadian manakala seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler. Cyber bullying dianggap valid bila pelaku dan korban berusia di bawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Bila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 18 tahun, maka kasus yang terjadi akan dikategorikan sebagai cyber crime atau cyber stalking (sering juga disebut cyber harassment).

Yang Membedakan Cyberbullying

Anak yang mengalami cyberbullying seringkali diganggu atau diintimidasi secara pribadi pula, jika bully dilakukan secara offline, biasanya terjadi pada waktu dan situasi tertentu saja, tetapi tidak dengan cyberbullying.

  • Cyberbullying dapat terjadi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, hal ini dapat terjadi setiap waktu, siang atau malam.

  • Pesan atau image cyberbullying biasanya diposting secara anonim dan didistribusikan secara cepat dengan jangkauan yang sangat luas. Dan ini sangat sulit bahkan tidak mungkin untuk dilacak darimana sumber awalnya berasal.

  • Menghapus pesan, teks dan gambar tidak pantas dan melecehkan sangatlah sulit dilakukan setelah diposting atau dikirim sehingga jejaknya akan berlangsung lama dan tentu saja bisa menjadi trauma yang mendalam bagi korban.

Bentuk dan metode tindakan cyber bullying amat beragam. Bisa berupa pesan ancaman melalui e-mail, mengunggah foto yang mempermalukan korban, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban hingga mengakses akun jejaring sosial orang lain untuk mengancam korban dan membuat masalah. Motivasi pelakunya juga beragam. Ada yang melakukannya karena marah dan ingin balas dendam, frustrasi, ingin mencari perhatian bahkan ada pula yang menjadikannya sekedar hiburan pengisi waktu luang. Tidak jarang, motivasinya kadang-kadang hanya ingin bercanda.

Cyber bullying yang berkepanjangan bisa mematikan rasa percaya diri anak, membuat anak menjadi murung, khawatir, selalu merasa bersalah atau gagal karena tidak mampu mengatasi sendiri gangguan yang menimpanya. Bahkan ada pula korban cyber bullying yang berpikir untuk mengakhiri hidupnya karena tak tahan lagi diganggu. Remaja korban cyber bullying akan mengalami stress yang bisa memicunya melakukan tindakan-tindakan rawan masalah seperti mencontek, membolos, lari dari rumah, dan bahkan minum minuman keras, sex bebas atau menggunakan narkoba.

Ciri-ciri Korban Cyberbullying

Untuk mengindentifikasi apakah anak anda pelaku atau korban dari Cyberbullying, secara mudah anda dapat membayangkan akibat dan ciri-ciri dari penjelasan tentang bullying di awal. Anda dapat bayangkan bagaimana jika anak anda adalah korban, mereka akan terlihat murung, cepat marah, malas ke sekolah atau tidak percaya diri.

  1. Menghapus Akun Jejaring Sosial

Jika seorang anak tiba-tiba berhenti melakukan aktivitas sosial media mereka, berhati-hatilah, karena sangat aneh bagi anak-anak di usianya yang biasa menghabiskan banyak waktunya dengan berselancar di dunia maya, online dan berhubungan dengan siapapun lalu memutuskan untuk berhenti, bahkan sampai menghapus akun yang dimilikinya, bila ini sampai terjadi, ada kemungkinan besar telah terjadi hal yang sangat serius dalam kehidupan kesehariannya.

Sulit rasanya mengetahui sesuatu yang pribadi dari anak bila tak melibatkan kontrol dari orang tua, peran pengawasan adalah kunci dalam membantu mengawasi anak terlebih lagi di dunia cyber seperti sekarang. Solusi terbaiknya adalah dengan menggunakan software Parental Control yang diinstal pada perangkat atau gadget yang dimiliki anak, memudahkan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak sepenuhnya saat online.

  1. Mengucilkan Diri

Sangat wajar apabila seorang anak mencoba berusaha lebih mandiri dari orang tua mereka dan mencurahkan banyak waktu dengan membangun jaringan mereka sendiri. Namun jika kemudian mereka memisahkan diri, menjauh dari keluarga, teman dan lingkungannya, menghabiskan waktu dengan menyendiri dan menghindari warna warni hidup mereka termasuk salah satunya sosial media mengindikasikan sesuatu yang salah telah terjadi.

  1. Perubahan Fisik Dramatis

Jika anak secara tiba-tiba kehilangan berat badan mereka dengan cepat atau nafsu makan mereka jauh berkurang, hal-hal seperti demikian biasanya ada sesutau hal yang mengganggu alam pikiran mereka yang bisa saja disebabkan oleh stres berat atau tekanan mental yang luar biasa. Ini menjadi sebuah sinyal bahwa sesuatu telah terjadi dan ada kemungkinan anak mengalami bullying baik secara online maupun offline.

  1. Bolos Sekolah

Bolos sekolah seringkali dijadikan sebagai salah satu cara bagi anak untuk lari dari masalah yang dihadapinya, mereka kerap kali mengunakan berbagai alasan untuk menjadi pembenaran, seperti sakit misalnya yang merupakan alasan yang paling umum digunakan anak agar tidak masuk sekolah, apabila perilaku seperti ini seringkali dilakukan oleh anak, ada kemungkinan ia sedang berusaha menghindari sesuatu atau anak sedang menghadapi permasalahan yang sulit untuk diselesaikan sehingga ia memutuskan menghindar dengan cara membolos, atau mungkin ada sebuah masalah besar di sana seperti sebuah konflik yang berkaitan dengan pembullyan.

Bagi anak anda yang diidentifikasi menjadi korban dari Cyberbullying (Cyberbullied), perhatikan betul perilakunya, apalagi bila dia tiba-tiba terlihat takut atau enggan menggunakan ponsel atau internet atau bahkan sangat emosional saat menggunakannya. Cepatlah bereaksi, ajaklah dia berbicara secara terbuka tentang penyebabnya. Berikan pemahaman dan tunjukan bahwa anda akan melindungi mereka dari ancaman apapun. Yakinkan mereka bahwa anda sebagai orang tua, anda peduli dan tidak akan tinggal diam. Ajari mereka agar tidak merespon dan mengabaikan semua, karena kadang anak menjadi sangat emosional. Simpanlah salinan dari semua pesan, untuk di laporkan ke sekolah atau pengelola website. Jika pesan menyangkut ancaman jangan segan-segan untuk laporkan ke polisi.

Tips untuk mencegah dan menghentikan cyberbullying:

  1. Dimanapun kita berada maka kedepankanlah etika, termasuk di dunia maya dengan selalu berperilaku sopan, hindarilah untuk membicarakan orang lain, bergosip, atau memfitnah, karena akan meningkatkan risiko seseorang menjadi korban cyberbullying.

  2. Jangan merespon. Para pelaku bullying selalu menunggu-nunggu reaksi korban. Untuk itu, jangan terpancing untuk merespon aksi pelaku agar mereka tidak lantas merasa diperhatikan.

  3. Jangan membalas aksi pelaku. Membalas apa yang dilakukan pelaku cyberbullying akan membuat Anda ikut menjadi pelaku dan makin menyuburkan aksi menyedihkan ini.

  4. Adukan pada orang yang dipercaya. Jika anak-anak yang menjadi korban, mereka harus melapor pada orang tua, guru, atau tenaga konseling di sekolah. Selain mengamankan korban, tindakan ini akan membantu memperbaiki sikap mental pelaku.

  5. Ada fitur “report abuse” pada Facebook dan Twitter, ini dapat membuat si akun pembully terblokir. Atau minta bantuan teman-teman untuk bersama-sama mengklik tombol “report as spam” pada Twitter agar si pelaku dideaktivasi oleh admin Twitter. Jika serangan datang melalui email, kita dapat melaporkannya ke penyedia layanan tempat si pelaku cyberbully mengakses Internet.

  6. Simpan semua bukti. Oleh karena aksi ini berlangsung di media digital, korban akan lebih mudah meng-capture, lalu menyimpan pesan, gambar atau materi pengganggu lainnya yang dikirim pelaku, untuk kemudian menjadikannya sebagai barang bukti saat melapor ke pihak-pihak yang bisa membantu. Jika masih terus berlanjut bahkan si pelaku cyberbully sudah berlaku lebih jauh lagi dengan meneruskan serangan dan menjelekkan dirimu di forum publik. Jika merasa benar, jangan takut untuk mengambil jalur hukum. Hubungi teman atau orang yang memahami aspek hukum, dan coba bicara dengan mereka, tindakan apa yang tepat.

  7. Jadilah teman, jangan hanya diam. Ikut meneruskan pesan fitnah atau hanya diam dan tidak berbuat apa-apa akan menyuburkan aksi bullying dan menyakiti perasaan korban. Suruh pelaku menghentikan aksinya, atau jika pelaku tidak diketahui bantu korban menenangkan diri dan laporkan kasus tersebut ke pihak berwenang.

  8. Blok akun si pelaku cyberbully. Jika materi-materi pengganggu muncul dalam bentuk pesan instan, teks, atau komentar profil, gunakan tool preferences/privasi untuk memblok pelaku. Dengan begitu mereka tidak akan dapat meneruskan serangannya. Kalaupun kita diserang, tidak perlu kita ketahui. Dengan begitu kita bisa menenangkan diri tanpa perlu diganggu lagi. Jika si pelaku cyberbully tahu usahanya sia-sia, maka ia akan menghentikan aksinya. Mungkin dia akan menggunakan akun lain untuk meneruskan serangan, tapi setidaknya kita bisa lebih waspada.

 

Sumber berita:

stopbullying.gov
welivesecurity.com
bullying.co.uk
https://nobullying.com