Bahaya Mengunduh Bagi Anak, Orangtua Wajib Pahami Tips Ini

Bagi anak-anak di jaman sekarang, hidup seakan tidak berarti jika dilewati tanpa internet. Bagi mereka dunia online memiliki daya tarik magis tersendiri, yang memikat dan menjampi-jampi mereka seperti pelet yang menaklukan hati seseorang tanpa bisa ditolak.

Sementara banyak orangtua menjadi semakin sadar akan dampak negatif dari terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar PC, laptop ataupun ponsel terlalu lama, menjelajah dunia baru yang seperti tidak ada habisnya, yang dipenuhi berbagai hal menarik yang banyak manfaatnya tetapi juga mengundang bahaya. Tawaran-tawaran mendapatkan sesuatu secara gratis namun penuh tipu daya dapat menyesatkan mereka dan jatuh dalam kubangan penuh duri tajam.

Mereka tidak pernah mempertimbangkan bahwa tidak semua yang gratis di internet selalu aman. Selain potensi masalah hak cipta, film, permainan, atau album musik gratis yang diunduh anak mungkin dibundel dengan malware, adware, atau perangkat lunak lain yang tidak menyenangkan. Ini dapat terjadi, misalnya, ketika anak-anak mengunjungi situs web jebakan dan dibombardir dengan tombol unduhan raksasa dan iklan berkedip, sulit untuk tidak melakukan klik.

Banyak orang dewasa menyadari risiko mengklik dan mengunduh apa pun dari situs-situs tertentu atau dibagikan oleh orang asing, tetapi anak-anak mungkin kurang berhati-hati. Konsekuensinya dapat datang dalam bentuk iklan dan popup yang membuat frustasi, tetapi juga bisa jauh lebih menyeramkan dan melibatkan detail pribadi dicuri atau kehilangan akses ke data penting Anda.

Dan selain mengunduh barang dari situs web jebakan, anak-anak dapat tergoda untuk membeli dari situs yang sah dan menagih tagihan kartu kredit untuk orang tua mereka dengan jumlah yang dapat membuat kepala menjadi pusing tujuh keliling. Jadi, apa yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak-anak mereka, data pribadi mereka, dan saldo bank mereka?

  1. Semuanya harus dimulai dengan dialog terbuka tentang bahaya yang mengintai di internet. Sederhananya, anak-anak harus diajarkan untuk mendekati segala sesuatu di internet dengan pemikiran kritis. Ini termasuk risiko yang berkaitan dengan mengunduh materi untuk hiburan atau pekerjaan rumah dari situs web yang mencurigakan, termasuk yang meng-hosting konten bajakan. Anak-anak harus sama-sama waspada terhadap tautan dan lampiran yang dikirim melalui email atau platform sosial yang menjanjikan, misalnya, fitur permainan gratis.

  2. Saat anak-anak ingin mengunduh perangkat lunak baru, mereka harus tahu bahwa mereka perlu mengunjungi situs web pengembang perangkat lunak asli atau toko resmi, di mana kemungkinan mengunduh secara tidak sengaja ‘tambahan’ yang tidak diinginkan jauh, jauh lebih rendah.

  3. Saat anak-anak ingin mengunduh perangkat lunak baru, mereka harus tahu bahwa mereka perlu mengunjungi situs web pengembang perangkat lunak asli atau toko resmi, di mana kemungkinan mengunduh secara tidak sengaja ‘tambahan’ yang tidak diinginkan jauh, jauh lebih rendah.

  4. Orang tua juga harus memastikan bahwa anak-anak menggunakan solusi keamanan internet yang andal yang mencakup beberapa lapis perlindungan dan mengunduh pembaruan terbaru secara otomatis, karena penjahat siber terus-menerus memunculkan ancaman baru. Memang, Pastikan untuk menjaga sistem operasi dan aplikasi di semua perangkat keluarga Anda diperbarui dengan tambalan keamanan terbaru.

  5. Terakhir, penting untuk memiliki pemahaman tentang apa yang sedang dilakukan anak-anak saat online. Menggunakan solusi Parental Control dapat membantu orangtua mengawasi kegiatan anak-anak, termasuk situs yang mereka kunjungi dan apa yang mereka unduh. Selain itu, alat semacam ini juga dapat memungkinkan orang tua untuk memblokir situs web yang berpotensi berisiko dan tidak sesuai dengan usia, serta mencegah anak-anak melakukan pembelian online yang tidak disengaja dari situs web yang sah.

Sama halnya seperti kita mengajarkan anak-anak untuk berhenti di persimpangan jalan untuk memahami keadaan sebelum menyebrang di mana posisi mereka dan mobil yang lewat, kita perlu mengajari anak-anak kita untuk berhenti dan berpikir sebelum mengklik tombol unduh. Dengan panduan yang hati-hati dan memastikan bahwa pesan ‘berhenti dan berpikir’ secara konsisten ditegaskan kembali, anak-anak akan segera mengetahui bahwa walaupun menyenangkan untuk bermain di internet, ia memiliki risiko seperti banyak hal dalam hidup. Tidak ada anak yang menginginkan fitur permainan tambahan yang berakibat sangat merugikan bagi orangtua mereka dan tentu juga dirinya, dengan menyadari pemahaman ini besar kemungkinan mereka akan menerima pesan itu dengan baik.