Belanja Online atau Offline, itulah masalahnya!

Memilih barang melalui internet sudah menjadi trend sekarang ini. Apalagi untuk kota besar seperti Jakarta yang macet dan repot jika harus membeli barang langsung ke tempat penjual. Budaya memilih barang via internet sudah mulai tumbuh, didukung oleh perusahaan jasa expedisi yang siap mengirim kemanapun juga walau hanya sebuah kaus oblong. Toko online muncul seperti jamur di musim hujan, baik yang menggunakan web khusus atau hanya membuka lapak di forum bahkan Facebook!.
logo credit card visa-master

Beberapa pertimbangan melakukan pembayaran Credit Card, Transfer antar Bank, Rekening Bersama, Cash On Delivery. Dan masalah mulai muncul saat transaksi dimulai.

Kemarin, saya sempat ingin membeli barang keperluan aquarium di rumah via internet. Setelah selesai memilih pada lapak penjual pada salah satu forum, lalu mulai mengontak penjual. Karena ingin mengambil barang langsung, maka transaksi yang diinginkan adalah COD alias pembayaran akan dibayarkan setelah barang dilihat. Penjual menolak, menginginkan pembayaran 1 hari di depan sebelum datang mengambil barang, melihat gelagat yang aneh, transaksi saya batalkan dan beralih ke penjual lain yang mau melayani dengan cara pembayaran yang saya inginkan.

Dari kasus ini, teringat berita salah satu media online tentang maraknya penjual barang eletronik secara online yang mengaku berlokasi di pulau Batam ataupun Kalimantan yang berbatasan dengan negara tetangga. Pendekatan yang diambil adalah: dijual dari kota yang dekat negara tetangga berkonotasi dengan harga barang elektronik selalu murah, maka harga yang dibandrolpun bisa 50% dibawah harga resmi! sangat menarik. Untuk pembayaran selalu minta dimuka dengan alasan, setelah uang diterima maka barang akan dikirim, namun setelah uang dikirim barang tidak pernah sampai.

Selain itu di forum juga banyak cerita sejenis tentang transaksi yang merugikan. Tak terkecuali untuk pembelian software, termasuk antivirus di dunia maya, khususnya forum, banyak penjual yang mengaku memiliki lisensi resmi!

Beberapa pertimbangan untuk menghindari kerugian saat bertransaksi:

– Dengan Credit Card (Online Payment)
Pastikan toko online yang menyediakan credit card berasal dari vendor  yang diinginkan, atau terregister sebagai resellernya. Biasanya vendor menyediakan link ke reseller online nya. Saat transaksi, pastikan browser mengakses situs dengan protokol HTTPS, bukan HTTP biasa. Situs ini ditandai dengan tulisan https://www.namavendor.tld hal ini untuk menghindari data isian kita diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. HTTPS menunjukkan data dari browser ke server akan diencrypt saat proses dikirimkan. ESET Indonesia sendiri sudah menyediakan web yang 100% online untuk pembelian baru ataupun renewall home edition di www.tokoeset.com yang akan diredirect ke https://tokoeset.com

– Transfer Antar Bank (semi online/offline)
Pastikan toko tujuan memang ada secara fisik ataupun penjual terpercaya karena rekomendasi dari teman anda sendiri yang mengenal dengan baik. Reputasi secara online dari orang lain yang tidak dikenal, serta bukti transfer berderet yang ditampilkan, tidak cukup kuat untuk membuktikan penjual adalah benar memiliki barang yang dimaksud, karena secara online setiap orang bisa membuat user sebanyak-banyaknya pada sebuah forum menggunakan alamat email yang berbeda dan semuanya menuliskan reputasi/testimoni yang baik kepada penjual.
Pernah saya coba mengontak salah satu ‘penjual ESET’ yang memiliki reputasi ‘recommended seller’ dari banyak ‘user’ di forum terkenal, dan dari jawaban yang diberikan saya bisa pastikan bahwa lisensi tersebut tidak valid selain bukan dikeluarkan oleh ESET Indonesia, lisensi tersebut dibeli melalui Credit Card yang didapat melalui Fraud, sehingga bisa dipastikan umurnya tidak lama. Dan benar, pada threat itu ada user yang complain lisensinya diblok setelah 2 hari, lalu diberikan lisensi baru dan diblok lagi, dan begitu seterusnya. Saya coba mengontak pengelola forum melaporkan hal ini, namun nihil! Form contact yang ada pada forum tersebut ternyata hanya angin lalu. Rupanya angin belum berpihak kepada saya sebagai member forum tersebut.

– Rekening Bersama (offline)
Biasanya metode ini hanya ada pada transaksi di forum. Pastikan pemilik rekening bersama adalah orang yang dipercaya di forum tersebut. Nilai komisi yang dibayarkan tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan kemudahan membeli dan nilai barang yang diinginkan. Aman tidaknya metode ini tergantung dari kepercayaan terhadap pemilik rekening bersama. Saya kategorikan offline karena ada jeda dan ada orang ketiga dalam transaksi.

– COD (offline)
Cara transaksi paling purba sebelum barang dijual online, sebelum internet ada. Merupakan cara pembayaran teraman namun ribet, apalagi jika letak penjual dikota yang jauh dari pembeli. Cash On Delivery yang dimaksud adalah, pembeli pergi ke toko penjual secara langsung dan memastikan barang dan kualitasnya, lalu pembayaran dilakukan di tempat. Toko online hanya berfungsi sebagai media display.
Pengertian lain terhadap COD adalah: ada resi pengiriman, barang dikirim! untuk arti ini memiliki kelemahan karena resi dikirim softcopy dan kita tahu saat ini manipulasi gambar sangatlah mudah.

Jadi, sebagai penjual, siapkah membuat semua sistem penjualan-pembayaran secara 100% online ?
Sebagai pembeli, siapkah melakukan transaksi secara 100% online via CC atau Debet atau Rekening Bersama atau mau COD saja ? Pandai memilih penjual online, serta memilih jenis transaksi yang sesuai menjadi kuncinya.

Selamat datang di dunia maya, selamat bertransaksi !