Hati-hati! Ada Kejahatan Siber yang Khusus Mengincar Remaja

Naif, polos dan mudah percaya adalah cermin remaja dimana pun mereka berada mereka selalu sama. Tiga hal yang membuat mereka menjadi target utama para scammers yang ingin mendapatkan keuntungan dari mereka berupa uang atau data pribadinya.

Meskipun kebanyakan remaja tidak mudah diengaruhi seperti anak kecil, namun mereka masih dapat mengalami berbagai pengaruh eksternal. Sifat percaya diri yang tinggi dengan kenaifan masa muda membuat mereka rentan untuk dimanipulasi.

ESET ingin mengupas lebih dalam tentang hal ini, tentang beberapa penipuan yang umum terjadi dengan menargetkan remaja dan apa yang mesti diwaspadai.

    1. Penipuan media sosial

Media sosial seperti taman bermain digital bagi sebagian besar remaja, wajar saja jika penipu menargetkan mereka di tempat di mana mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Penipuan media sosial memiliki banyak variasi dan trik.

Beberapa yang lebih umum menggunakan tautan ke artikel tabloid dengan berita utama mengejutkan tentang selebriti. Namun, setelah mengeklik tautan tersebut, Anda akan dialihkan ke situs web berbahaya.

Atau, scammers dapat menghubungi korban mereka secara langsung melalui pesan dengan tawaran untuk berpartisipasi dalam kuis berhadiah, giveaway atau undian, tetapi sekali lagi, tautan yang dibagikan hampir pasti akan mengarahkan remaja tersebut ke situs web penipuan yang akan memuat perangkat mereka disusupi malware yang bisa mencuri kredensial.

    1. Diskon barang mewah

Penipuan lainnya yang biasanya menyasar remaja adalah melalui iklan palsu yang diposting di media sosial, melibatkan penawaran barang mewah dengan harga yang sangat murah.

Untuk membuat penawaran mereka menarik bagi remaja, scammers mencoba menawarkan merek dan barang yang akan menarik bagi mereka, seperti sepatu kets edisi terbatas, pakaian dari merek terkenal yang biasanya terlalu mahal untuk uang saku mereka, atau toko online Ray-Ban palsu.

Tipuannya terdiri dari situs web ritel palsu yang menawarkan berbagai macam barang ini. Namun, setelah melakukan pembelian, Anda akan menerima produk tiruan, atau tidak sama sekali. Dan dalam skenario terburuk, jika Anda membagikan informasi kartu kredit Anda, penjahat dunia maya akan menagihnya dan membersihkan rekening bank Anda.

    1. Penipuan beasiswa

Saat kelulusan dari sekolah menengah semakin dekat, para remaja mulai melihat ke arah langkah hidup mereka selanjutnya, melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya yakni universitas.

Tetapi, tergantung di mana Anda kuliah, biayanya bisa jadi cukup mahal, sehingga mendorong untuk mencari beasiswa, yang setidaknya dapat sebagian menutupi biaya kuliah. Scammers akan mengincar siswa-siswa seperti ini, dengan memberi “bantuan” keuangan dengan membuat beasiswa palsu, dengan berbagai bentuk tipuan.

Misalnya, program beasiswa palsu ini sering kali mengharuskan pelamar membayar “biaya pendaftaran”. Namun, tidak ada beasiswa yang bisa mereka dapat dan penipu akan mengantongi uang pendaftarannya.

Alternatif lainnya, penipuan dapat berbentuk undian beasiswa, yang mengharuskan peserta membayar “biaya pemrosesan” atau “biaya pencairan” dengan mengutip biaya pajak, tetapi pada akhirnya hasilnya tetap sama.

    1. Penipuan pekerjaan

Menjadi remaja dengan beragam minat mulai dari pergi ke konser dan jalan-jalan hingga menjadi sneakerhead atau fashionista bukanlah hal yang mudah, terutama karena tidak dapat menutupi semuanya dengan uang saku mereka. Jadi tentu saja, mereka ingin mencari pekerjaan paruh waktu untuk menutupi pengeluarannya.

Untuk menargetkan pencari kerja muda, penjahat dunia maya membuat tawaran pekerjaan palsu yang biasanya sangat memikat. Para penipu akan memposting lowongan pekerjaan palsu di papan pekerjaan yang sah dan biasanya akan menawarkan posisi yang memungkinkan mereka bekerja dari rumah dan mendapatkan gaji yang besar.

Namun, tujuan utamanya adalah untuk mengumpulkan informasi pribadi target mereka yang kemudian akan digunakan dalam berbagai kegiatan terlarang, seperti membuka rekening bank atas nama korban mereka atau menggunakan identitas mereka untuk memalsukan dokumen.

    1. Penipuan asmara belia

Seperti banyak hal di era digital, bahkan mencari romansa juga telah dialihkan secara online, dan platform kencan online telah menjadi tempat berburu yang menguntungkan bagi scammer asmara. Penipu ini, tidak hanya beraksi pada situs-situs kencan daring, mereka juga sering menjelajahi media sosial untuk mencari korban dan menghubungi mereka melalui pesan pribadi.

Tipuan sering kali dengan cara meniru seseorang yang menurut target mereka menarik. Penipu kemudian akan mulai merayu target sampai mencapai tujuan akhir mereka, mendapatkan uang dari mereka.

Sayangnya, dalam beberapa kasus para penjahat dunia maya memilih taktik yang menjijikkan, seperti memanipulasi mereka agar membagikan foto-foto syur dan kemudian memeras mereka untuk membayar uang, mengancam akan merilis foto-foto tersebut kepada orang yang mereka cintai dan publik jika mereka menolak.

Mencegah menjadi korban

Minim pengalaman dan belum pernah mengalami pasang surut kehidupan, remaja sering menjadi sasaran penipuan, untuk mencegah hal ini terjadi berikut beberap tips ESET

    1. Jika menemukan tawaran pekerjaan yang terdengar menarik tetapi Anda ragu, lakukan pencarian web di perusahaan tersebut untuk melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan muncul. Juga, ingatlah bahwa hanya akan memberikan informasi pribadi untuk tujuan gaji hanya setelah dipekerjakan.
    2. Saran serupa berlaku dalam hal beasiswa, jika sedang mencari beasiswa, pastikan untuk memeriksa apakah organisasi yang menawarkan beasiswa itu sah dengan melakukan pencarian web atau bahkan menghubungi kantor mereka secara langsung. Dan jangan pernah mentransfer biaya “pemrosesan” atau “uang muka” apa pun.
    3. Salah satu ujar-ujar di dunia maya mengatakan “Sesuatu yang terlalu baik untuk menjadi kenyataan bisa jadi adalah penipuan”. Jadi, jika Anda menemukan sepasang Jordan edisi terbatas dengan harga yang sangat murah, itu pasti scam. Jika Anda masih tertarik, lakukan uji tuntas pada vendor dan teliti mereka untuk melihat apakah memang benar demikian adanya.
    4. Jika menerima pesan yang tidak diminta dari seseorang yang tidak dikenal, Anda harus tetap waspada terutama jika itu berisi tawaran atau tautan yang meragukan. Bagaimanapun, tindakan terbaik adalah mengabaikan pesan dan Anda tidak boleh mengklik tautan dalam pesan tersebut.
    5. Jika orang asing mencoba untuk memulai kontak dan dalam beberapa pesan mulai menyatakan mereka jatuh cinta setengah mati pada Anda, ini seharusnya bisa menjadi tanda peringatan. Segera lakukan pencarian gambar cepat untuk mengetahui apakah mereka meniru seseorang.

 

 

 

Sumber berita:

 

https://www.welivesecurity.com/