MUSIM LIBURAN = MUSIM MALWARE

Mendekati penutupan tahun, yang tergambar dihadapan kita salah satunya adalah liburan. Bagi yang akan bepergian maupun tidak, sangat disarankan untuk selalu waspada manakala akan mengakses internet, karena biasanya musim liburan bisa berarti musim malware bertebaran mencari korban.

PT Prosperita-ESET Indonesia kembali mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi para peselancar dunia maya. Karena pada masa liburan menunjukkan pola peningkatan masyarakat dalam mengakses internet, baik berbelanja online, berjejaring maupun browsing.

Untuk menyegarkan kembali ingatan kita tentang pola fluktuasi threat, pola yang paling mudah kita ikuti adalah kemunculan threat atau ancaman komputer dalam berbagai bentuknya yang mengikuti peristiwa-peristiwa besar yang menjadi perhatian publik. Tewasnya Osama, pernikahan anggota keluarga kerajaan, bencana alam, dan mendekati akhir tahun-natal dan tahun baru adalah beberapa contoh peristiwa yang menjadi perhatian publik dimana serangan ancaman komputer menunjukkan peningkatan.

Pola serangan ancaman komputer bisa bermacam-macam, demikian pula pola infiltrasi, modus, dampak, dll. Bentuknya pun bisa berbagai macam, mulai dari yang paling ringan seperti hoax, spam, phishing scams dan malware. Ada diantaranya yang tidak punya motivasi khusus, tetapi ada juga yang benar-benar memiliki agenda tertentu dengan memanfaatkan kelengahan. Motivasi tersebut umumnya adalah keuangan dengan mencuri data keuangan, data rekening bank, data pribadi, hingga membajak transaksi belanja online.

Selain facebook yang menjadi media penyebaran malware, PT Prosperita-ESET Indonesia juga mengingatkan bahwa e-mail juga berpotensi menjadi penyebar malware terutama jika kita mendapat pesan e-mail yang dikirim oleh pihak yang tidak kita kenal karena berpotensi memuat malware dan phishing scam.

Beberapa poin penting yang perlu dicermati. Modus phishing scams dan cara penyebar luasan malware berikut ini sangat mungkin akan muncul, sebagai berikut :

  • Kartu ucapan elektronik yang kemungkinan bisa berisi malware
  • Permintaan sumbangan yang tidak diketahui sumbernya sehingga penggunaan dananya juga tidak bisa dipertanggung jawabkan.
  • Screensavers atau bentuk media lainnya yang mungkin juga berisi malware.
  • Aplikasi kartu kredit juga bisa berisi malware atau justru hanya kedok saja untuk mendapatkan identitas lengkap dari seseorang calon korban.
  • Iklan belanja online dari toko online palsu juga bisa menjadi phishing scams atau ditujukan untuk mencuri data seseorang.

PT Prosperita-ESET Indonesia sangat menghimbau para pengguna, peselancar dunia maya dan administrator untuk selalu waspada ketika menemukan e-mail dengan karakteristik tersebut. Lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah infilrasi malware dan serangan phishing : 

  • Jangan meng-klik web links yang diberikan oleh pesan e-mail yang datang begitu saja dan tidak jelas pengirimnya.
  • Waspadalah saat membuka attachment e-mail.
  • Install ESET Smart Security dan jaga agar software antivirus tetap update.
  • Selalu lakukan cross-check dan verifikasi terhadap situs-situs yang yang melibatkan transaksi keuangan, seperti situs belanja online, situs amal, dll. Bisa dilakukan dengan memanfaatkan search engine google.
  • Kenali dan abaikan Email Scams.
  • Kenali dan hindari serangan phishing melalui jejaring sosial
  • Kenali cara berbelanja dan transaksi pembayaran online yang aman.