Tips Hadapi Pembajakan Kartu Kredit

Berikut adalah kiat untuk pembeli yang khawatir bahwa kartu kredit atau debit mereka mungkin telah dikompromikan saat melakukan transaksi atau pembayaran menggunakan kartu kredit.

Di berbagai negara, toko-toko di pusat-pusat penjualan seringkali menjadi target peretasan oleh kelompok penjahat dunia maya. Mereka mengincar akses data dari strip magnetik pada kartu kredit dan debit pelanggan. Data yang diincar termasuk nama pelanggan, nomor kartu kredit atau debit, tanggal kedaluwarsa kartu dan CVV (kode keamanan tiga digit).

Indikasinya adalah bahwa pelanggaran ini dimulai saat mendekati hari raya seperti Natal dan Lebaran, waktu di mana banyak orang berbelanja untuk berbagai keperluan hari raya. Jika Anda berbelanja di toko Target selama periode waktu itu, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana mengidentifikasi atau mengurangi masalah yang disebabkan oleh pelanggaran ini. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1.  Periksa akun untuk aktivitas mencurigakan

Yang pertama dan paling penting yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa transaksi untuk kartu kredit dan debit yang Anda gunakan di toko target selama periode waktu ini. Jika Anda melihat aktivitas yang tidak Anda kenali, penting untuk segera memberi tahu penerbit kartu.

Perlu diingat bahwa beberapa data yang dicuri biasanya sudah digunakan untuk penipuan, para penjahat mungkin tidak menggunakan atau menjual semua data yang dicuri segera agar tidak membanjiri pasar dan menurunkan nilai data, mereka mungkin menjualnya selama beberapa bulan.

2.  Mintalah kartu debit/kredit pengganti.

Jika khawatir peretas menjual data Anda yang dicuri, terutama jika kartu yang dimaksud adalah kartu debit yang menarik dana langsung dari rekening bank Anda, sebaiknya segera meminta kartu pengganti. Perlu diingat bahwa jika Anda memiliki akun pembayaran otomatis yang mereferensikan nomor akun ini, Anda perlu memperbarui informasi tersebut. Dengan meminta kartu pengganti, akan mendapatkan lebih banyak waktu sekarang, dengan harapan mencegah pengeluaran yang lebih besar di masa depan.

3.  Gunakan PIN Lebih Kuat

Jika kartu yang digunakan adalah kartu debit, Anda mungkin ingin mengubah PIN Anda. Banyak orang menggunakan PIN lemah yang mudah ditebak. Membuat perubahan semacam ini adalah sebuah langkah kecil yang dapat sangat meningkatkan keamanan Anda. Karena semua masalah biasanya bermula dari sesuatu yang kecil dan kemudian menjadi besar. Karena itu dalam praktik keamanan siber yang baik, pastikan semua dari hal yang terkecil sekalipun.

4.  Periksa laporan kredit

Penjahat bisa mengambil data yang mereka curi dan menggabungkannya dengan data lain untuk membuat lebih banyak kekacauan. Merupakan langkah yang baik apabila secara teratur memantau laporan kredit Anda, untuk mengidentifikasi dan kemudian melaporkan transaksi penipuan apa pun.

Anda juga bisa melakukan pengaturan dengan mengaktifkan fraud alert atau peringatan penipuan atau credit freeze (pembekuan kredit). jika Anda ingin perlindungan tambahan terhadap penipu yang mencoba mengklaim kredit atas nama Anda. Ketahuilah bahwa langkah-langkah ini juga berarti Anda harus melalui verifikasi tambahan jika ingin mendapatkan kredit, selama durasi peringatan atau pembekuan.

5.  Ubah kata sandi

Setiap insiden yang terjadi dalam pencurian atau pelanggaran data seringkali berkaitan dnegan lemahnya password atau kata sandi. Bagaimana pun sampai saat ini kita masih memerlukan kata sandi sebagai penghalang antara kita dan penjahat siber. Namun masalahnya, masih banyak orang yang enggan atau malas mempraktikkan keamanan siber yang baik atau praktik keamanan yang sehat, padahal ini menyangkut keamanan mereka senddiri. Oleh karena itu, luangkanlah waktu sejenak untuk merumuskan kata sandi yang kuat.

Penjahat siber juga menyadari serta memahami sepenuhnya jika banyak orang semakin sadar dengan bahaya siber, terutama dengan semakin maraknya kejahatan di dunia maya, sehingga menciptakan rasa takut dan khawatir pada pengguna kartu kredit dan kartu debit. Pengetahuan yang kemudian dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk memperdaya mereka dengan mengandalkan social engineering, menjebak mereka menyerahkan data mereka tanpa disadari yang membuat kartu mereka dikompromikan. Karenanya, pastikan untuk tidak mengeklik tautan di email yang mengaku atau mengklaim dirinya berasal dari bisnis atau perusahaan yang terlihat legitimate, terutama jika mereka terlihat mencurigakan. Sebagai gantinya, Anda harus mengetikkan URL langsung ke browser Anda untuk menghubungi lebih lanjut dan detil tentang perusahaan tersebut.

 

Sumber berita:

https://www.welivesecurity.com/